Thursday, 10 January 2013

Rara



 Hello.. pagi-pagi iseng bikin cerita *ngawur*..hahahhahaa. Namanya juga iseng kalau gak berkenan tolong di maafin yaaa.. heheheeee

Bacanya boleh sambil di puter ya videonya biar tambah asik.. :p 

Selamat membaca :)

***

Kaki ku terasa tak menapak di bumi, dada ku begitu cepat menghentak, tangan ku terkulai , mata ku di balut rasa asin. Begitulah kira-kira diriku sesaat sebelum aku harus menghadapi kenyataan bahwa seseorang yang paling aku cintai setelah 4 tahun ini akan di bahagiakan dengan sesosok makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Tuhan kenapa bukan aku saja yang kau ciptakan untuk Dia. Aku yang selama ini telah menaruh banyak harapan dan cinta untuk nya.

"Ra.. Adit sama Tya udah ijab kabul"

Tangisku memuncak seketika membaca pesan singkat yang di kirimkan oleh salah satu teman ku. Aku tak berada di hadapannya saja rasa nya hancur seperti ini maka dari itu tak ada alasan ku untuk berada di sana.

Adit.. kamu ingat 4 tahun lalu jauh sebelum kamu melakukan ini semua. Di dalam mobil sehabis kita main basket di depan rumah ku tercurah semua kata indah bagaikan sang pujangga cinta kau kala itu. Kebersamaan kita sebelum itu meyakinkan ku untuk menyambut cinta mu dengan segala harapan dan keyakinan. 

"Aku janji bakal jagain kamu ra".... kau datangkan ciuman hangat di kening ku. Semenjak malam itu aku berjanji kau akan ku berikan yang terbaik. 

***

Hari demi hari kita lalui bersama mulai dari kenangan termanis dan kadang terselip sedikit kenangan pahit yang terkadang membuat kita semakin kuat. 

Aku ingat betul hari itu hujan turun sangat besar aku menunggu mu di halte tempat biasa kau menjemput ku. Kau begitu khawatirnya karena membiarkan aku menunggu mu lama karena kau harus menambal ban mobil mu yang ternyata terkena paku. Kau biarkan mobil mu di jalan lalu kau memilih naik ojeg dan menghampiri ku ke halte. Badan mu basah kuyup tetapi sama sekali tak kau perdulikan kau terus meminta maaf pada ku karena membuat aku menunggu lama. Akhirnya kami berdua sama-sama terjebak hujan yang terus mengguyur kota ketika itu. Kau bilang "lebih baik aku basah kuyup tapi bersama mu, dibanding aku di dalam tapi kau berada di luar sendirian".

Air mata ini terus menetes meingat semuanya di kamar ku masih tersusun rapi foto kita berdua. Lukisan yang menggantung di dinding kamar ku yang kau buatkan ketika anniversary di tahun pertama. Sampai baju basket mu yang kau berikan untuk ku ketika pertama kali aku mengenal mu.

Entah apa yang salah dari semua ini apa Tuhan salah mentakdirkan ini, apa Tuhan tak melihat ku. 

"Aku tahu Tuhan.. Engkau pemilik hati setiap hamba mu tak bisa kah bukan dia yang kau balikkan perasaannya untuk ku? teriak ku dalam tangis.

***

Di anniversary tahun ke 4, lima bulan yang lalu masih sangat hangat di pikiranku bagaimana kau memberikan aku setangkai bunga mawar putih. Kita habiskan malam bersama hanya kau dan aku, tak seperti biasanya kau mengajak ku makan ramen di pinggir jalan tempat favorit kau bersama teman-teman mu. "Makan disini aja ya ra uang jajan ku lagi tipis" ucap mu sambil tertawa. Dimana pun tempatnya bersama Adit aku selalu merasa nyaman dan bahagia.

"Ra.. kamu baik-baik aja kan?" tiba-tiba pintu kamar ku dibuka. "Yaampun ra kamu gak boleh kaya gini.. ra kamu kuat" Dini sahabat ku memeluk ku kencang.

"Rara Rose sahabat aku gak lemah kaya gini. Aku tahu ini berat banget ra buat kamu tapi aku mau kamu ikhlas. Adit udah milih kebahagiannya ra, kamu harus terima itu. Gak ada sesuatu yang terjadi tidak dengan ijinNya ra. Aku yakin ini yang terbaik" "Tapi Tuhan gak sayang sama aku din" "Tuhan sayang sama kamu ra, kamu harus yakin itu. Sekarang emang belum keliatan tapi liat nanti ra liat ke depannya".

Dini terus memeluk ku erat dan terus menguatkan ku "Ra kamu boleh sedih sekarang silahkan kamu nangis sepuas kamu, tapi janji setelah ini kamu harus pilih untuk gak berlarut-larut dan raih kebahagiaan kamu yang akan datang ra".

"Adit boleh pergi. tapi aku dan sahabat-sahabat kamu yang lain juga orang tua mu ga akan pergi ninggalin kamu dan biarin kamu nangis ra, kamu masih punya kita" ucap dini sambil menghapus air mata ku.






2 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete