Tuesday, 19 February 2013

Selamat Ulang Tahun, Kamu.


Harimu telah diingatkan oleh telepon genggam ku. Lalu fajar menyapa matahari tak terlihat pagi itu suasana mendung kaca kamarku basah nampaknya semalam turun hujan. Ku ambil ponselku lalu jariku mulai bergerak menulis kalimat ucapan karena hari kelahiranmu hari ini. Mungkin ucapannya sederhana tapi ya memang begitu sama seperti mencintaimu dengan semua keterbatasan ini. 

Sempat beberapa kali pesan itu hanya tersimpan dan tak kukirimkan. Sampai akhirnya aku berpikir ini niat baik jadi kenapa tidak ku coba lagi tahun ini. Kenapa terdengar seperti orang yang tidak lulus ujian tahun kemarin lalu harus mengulang ujian lagi tahun ini?

Itulah kenyataan..

Pesan terkirim.. Handphone ku mati sesaat aku mengirimkan pesan itu. Setelah ponselku mendapat energi untuk diaktifkan tidak lama sebuah pesan masuk.

"......................................................................................................."

Maaf tak bisa kuberitahu apa isinya..

Dulu.. aku ingin sekali mencobanya. Kemudian aku bertekad untuk menyelesaikannya tepat dihari dimana ia mendapat ucapan dari orang-orang disekitarnya. Kemudian hari ini niat kurungkan sampai malam tiba aku belum juga membalas pesannya. 

Penakut.. Pengecut.. !! Dua kata itu berputar di kepalaku. Ibarata anak kecil sedang mengejek temannya karena tak berani bermain keluar dua kalimat itu seakan menjulurkan lidahnya kearahku.

Berakhir... Padahal memulai saja belum.

Aku memutuskan untuk menghentikan niatku semua rencana yang telah kubuat. Aku akui aku kalah atas ketidakberanianku dan keragu-raguan ku. Tapi rasanya ini lebih baik aku tak ingin membuat suasana menjadi semakin menjadi riuh dan terdengar hiruk pikuk yang mengganggu. Jauh diluar semua ketakutanku terhadap kamu yang telah menyita seluruh pemikiranku niat ini sungguh tak ingin memaksamu. 

Ku biarkan kau bebas menari dengan semua pilihan hidupmu. Lalu aku? Aku tetap disini melihatmu dari jauh dan sesekali menengok kau diseberang sana sambil tersenyum. 

Mencintaimu dengan keterbatasan yang kubuat sendiri sebenarnya.. 

Terdengar bodoh.. katanya mencintai tapi tak pernah berani mengungkapkannya. Lalu apa artinya? 
Aku tahu rasa ini memang besar tapi mungkin aku akan kalah dengan orang diluar sana yang mungkin mempunyai kesempatan untuk bisa bersama dengannya. Nampaknya sia-sia?

Menurutku tidak.

Aku selalu yakin Allah tidak pernah membiarkan apa yang terjadi dihidup ini dengan sia-sia. Semua ada artinya. 

Untuk kamu..
Terima kasih untuk semua perasaan yang kau hadirkan dikehidupanku. Kamu adalah inspirasi yang memutari pikiran yang akhirnya membuatku mencoba menulis sebuah karya.. Doakan agar semuanya cepat selesai dan mencapai tujuannya.

Ini yang kusebut arti dari kehadiranmu untuk kehidupanku..


Sekali lagi, 
selamat ulang tahun kamu.. :)


Xx
Qiqi




No comments:

Post a Comment