Friday, 13 February 2015

Jelita

"Perkenalkan namaku Jelita"


Semenjak perkenalan itu entahlah aku seperti sangat mengenalnya. Sebentar biar ku pikirkan terlebih dahulu.....







Coba aku ingat-ingat lagi.....





Ahh sudahlah nampaknya memang aku tak pernah bertemu kamu sebelumnya. Kau adalah ketidaksengajaan yang telah ditakdirkan, sebenarnya. Sebagian dari kita kadang menganggap apa yang terjadi dengan berkesinambungan itu hanya sebuah kebetulan. Namun pernahkah kamu berpikir jika memang ini kebetulan mengapa kebetulan ini terlihat sama persis.

"Kamu mau pesan apa?"
"Green Tea Latte" ucapnya sambil tersenyum.
"Apa gak mau coba menu yang lain?"

Ia menggeleng.


Dari apa yang ia lakukan aku tidak pernah terasa terganggu tapi berbeda dengan yang satu itu. Green Tea Latte yang menjadi pilihannya selalu saja membuat aku seperti pernah bertemu dengan orang lain yang sama dengannya.

"Kamu mau bicara tentang apa?"
"Bukan apa-apa aku cuma mau bilang kamu selalu cantik, Jelita."

Ia tersipu. Wajahnya memerah. Aku selalu suka.

Jelita adalah wanita cantik yang lugu. Keluguannya itu yang membuatnya selalu saja percaya dengan apa yang aku katakan. Sebenarnya tidak ada yang pernah aku bohongi dari dirinya. Aku mencintai Jelita seperti ia mencintai minuman kesukaannya itu.

Jelita.


No comments:

Post a Comment