Thursday, 9 April 2015

176


Sebelum jam berganti untuk keesokan harinya.
Ijinkan Aku pun mendoakanmu sama seperti orang-orang terdekatmu.

Selamat hari kelahiranmu.

Sebelum kau tutup hari dimana 22 tahun lalu kau dilahirkan ke dunia ini aku ingin mengirimkan doa untukmu, Tuan.

Rasanya baru kemarin umurmu sama dengan tempat pemutaran film, tapi kali ini sudah sama seperti salah satu lagu penyanyi musik country asal Amerika :)


Hai, apa kabar?
"Aku baik" begitu ucapnya.  Aku lega mendengarnya.

Butuh waktu dan helaan nafas agak dalam yang membuat aku pada akhirnya memutuskan untuk mengucapkan seuntai doa yang sekiranya membuat (Aku) merasa lega.

"Semoga apa-apa yang menjadi urusanmu selalu dimudahkan oleh Tuhan. Semoga kau selalu dibahagiakan juga diberikan kesehatan." Aamiin..


Kau tahu, aku masih menyimpan semua percakapan (kita). -Dari awal-
Setidaknya ada yang masih bisa aku simpan.

Sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku ceritakan kepadamu.
Namun, aku tahu kau tak ingin tahu lebih jauh lagi.

Aku sadar mungkin aku tak semenarik perempuan di luar sana yang bisa mendapat perhatianmu. Cukuplah aku melihatmu dengan doaku.
Melihat kau baik-baik saja itu sudah menjadi kebahagianku.
Pintaku satu, jika suatu hari nanti aku datang lagi sekedar untuk menyampaikan untaian doa. Terimalah, sekiranya dengan ucapan yang membahagiakanku.
Karena, sesederhana itu aku dibahagiakanmu.

Sesederhana kau mengingat aku yang selalu menyampaikan doa di hari kelahiranmu.

Jaga kesehatanmu baik-baik.



Tertanda,
Aku


No comments:

Post a Comment