Friday, 9 October 2015

Berbicara Dengan Diri Sendiri


  Putar lagunya sambil kau membaca kata demi kata dalam tulisan ini.


Menunggu bisa dikategorikan sebagai pekerjaan yang paling tidak menyenangkan. Tapi mengapa pada sebagian orang, menunggu menjadi sesuatu yang nampaknya cukup menyenangkan bahkan dilakukan terus menerus hingga tak terasa sudah bertahun-tahun dilalui. Ya, meski ditunggu atau tidak sebenarnya hasilnya akan tetap sama.

Sudah tau yang ditunggu terus saja melangkah semakin jauh masih saja berusaha keras untuk mengejar. Ia melangkah berdua dengan senyum orang yang disayanginya sedangkan kau sendiri yang kau dapati hanya lelah tak berkesudahan.


Begini saja, bagaimana jika mulai sekarang kau berhenti mengerjarnya. Biarkan ia terus melangkah jauh, semakin jauh, jauh, dan sampai tak terlihat lagi oleh kedua matamu.

Berhenti dari sekarang! Jangan kau lari lagi. 
Ya, seperti itu. Nafasmu pasti tak beraturan setelah berhenti berlari namun perlahan kau akan bisa mengaturnya. 

Bagaimana? 

Kau kini bisa beristirahat kan?
Sudah tak lagi lelah karena terus mengejar orang yang langkahnya tiga kali lebih cepat darimu.


Terkadang membiarkan yang ingin pergi bisa sedikit melegakanmu. 

"Omong kosong! merelakan tak pernah semudah itu"

Baik, baik.

Tetapi sekarang coba kau renungkan dan jawab semua pertanyaan ini.

"Dia sudah pernah tau kau menunggunya tapi apa pernah ia coba menoleh ke arahmu? pernah ia berhenti untuk menyamakan langkahnya denganmu?"

Sudahlah terima saja jika kali ini cintamu tak termiliki.

Kau bilang kau mencintainya dalam diam, sebenarnya kau tidak diam kau tetap mendoakannya.

Doakan ia berbahagia pun denganmu.

Sekarang kau hanya boleh melihatnya dari sini, dari titik dimana kau berhenti. Jangan kau melangkah lebih jauh lagi. Jangan, jika kau tak ingin hatimu lebih berserakan. Berikan pelukanmu.


Memeluknya dengan doa-doa yang selama ini kau panjatkan, mana tahu yang mana yang telah Tuhan kabulkan untuknya. Setidaknya kau sudah berbuat baik karena kau sangat penyayang. Dari doa yang kau kirimkan kau pun tidak pernah tahu para Malaikat ikut pula mendoakanmu agar hal yang sama terjadi padamu.

 

Berbaliklah, temukan jalan yang lain.

Jalan yang akan lebih membuatmu lebih ringan dalam melangkah.

 

" Tiada yang terobati dalam peluk ini tapi rasakan semua sebelum kau ku lepas selamanya"

2 comments: