Monday, 2 November 2015

Menunggu Tak Sebercanda Itu



Heyhoo kembali lagi di Senin Bercerita, Alhamdulillah minggu kedua masih konsisten nulis semoga seterusnya kaya gini..(Aamiin)

Yap, udah tau kan kalau sekarang di blog saya ada menu baru kalau belum tau bisa dibaca lagi asal muasalnya disini. Kali ini mau berbagi cerita tentang obrolan saya dengan salah satu sahabat saya juga namanya Riska. Kalau kata orang kita bisa dekat dan nyambung berbicara sama orang ketika kita punya minat yang sama, hobi yang sama, pikiran yang sama, tujuan yang sama atau mungkin kisah cinta yang sama?

Hmm.. alasan terakhir cukup menarik.

Percintaan memang selalu jadi bahan perbincangan yang menarik dan tidak akan pernah habis untuk dibicarakan. Cinta dengan segala ceritanya dan juga cerita dengan segala cinta didalamnya. Sore itu seperti biasa kami berdua memutuskan untuk bertemu setelah untuk beberapa waktu kami lelap dengan kesibukan masing-masing. Ya, seperti bisa duduk-duduk santai sambil menikmati minum dan juga makanan menjadi pilihan kami.

Saat kami sudah berdua mungkin tema pembicaraan yang akan dibahas sudah bisa ditebak. Tema cerita yang sama tapi dikemas dengan berbeda tiap minggunya. Mungkin itu yang membuatnya selalu tampak menarik untuk dibahas. Berbicara tentang judul tulisan kali ini menurut kalian arti menunggu itu apa?

Coba kita jabarkan sedikit...

Menunggu itu membosankan.
Menunggu itu buang-buang waktu.
Menunggu itu sabar.
Menunggu itu setia.
Menunggu itu cobaan.
Menunggu itu usaha.
Menunggu itu meredam perasaan.
Menunggu itu tidak penting.
Menunggu itu jalan ditempat.
Menunggu itu pasrah.
Menunggu itu proses.
Menunggu itu penerimaan.
Menunggu itu tak memiliki arti.
Menunggu itu harapan.

Lihat ternyata menunggu tak sebercanda itu. Banyak rasa didalamnya, sedih, kecewa, bahagia, ikhlas, perasaan tak dianggap, merasa tak berarti dan lain sebagainya. Hargailah proses orang yang menunggu. Jika kau tidak pernah benar-benar tahu alasan atau bagaimana rasanya menunggu, diamlah. 

Mungkin karena alasan ini pula yang membuat kami satu sama lain merasa nyaman untuk bercerita, saat yang lain akan berkomentar ini itu salah satu dari kami hanya akan saling mendengarkan. Arah pembicaraan yang itu-itu saja mungkin sudah sangat biasa untuk kami. Tidak ada yang terlalu berat saat kami bercerita karena setidaknya kami tahu, kami tidak sendirian dalam hal ini. Di luar sana mungkin ada juga, atau mungkin sudah ada yang bisa benar-benar keluar?

Intinya, terkadang bercerita karena sama-sama memiliki cerita yang sama akan terasa lebih ringan. Setelah itu tertawakanlah, karena sebenarnya menertawakan kehidupan diri sendiri adalah sebagian dari proses kehidupan itu sendiri.


Jadi, sudah tau kan jika ternyata menunggu tak sebercanda itu.
Saat kau sedang ditunggu, itu berarti dirimu memiliki ruang paling luas.



Selamat hari Senin.

8 comments:

  1. Menunggu
    1 kata
    banyak makna
    ternyata begitu :D

    ReplyDelete
  2. ah bener.... akupun udh biasa ama yg namanya menunggu..trutama menunggu suami di kantornya spy bisa pulang bareng ;p.. mnding kalo dia plgnya cepet...rekor selama ini ampe jam 10 nungguinnya :D.. kantor dia jd berasa kantorku jg ;p

    ReplyDelete
  3. Menunggu benar-benar tidak sebercanda itu, tapi kenapa banyak wanita menunggu kepastian yang tak jelas wakakakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agree!! Mungkin itu memang seninya dari menunggu yah :D

      Delete