Monday, 7 March 2016

Hi,6!

(Putar lagu ini dan rasakan rindu itu berjalan menuju dia  yang kau rindukan)





Saat semua kemungkinan rasanya terlalu sulit untuk memunculkan jawaban "Ya" bahkan untuk sekedar bertanya "Apa kabar?" saja Aku hanya memiliki 1 hari dari 365 hari yang ada.

Teruntuk bulan yang menyaksikan setiap mata-mata manusia yang mulai lelah di malam hari. Saat doa terpanjat dengan sangat hangat serta ungkapan untuk sekedar menyampaikan rindu.

Entah ini sudah tahun keberapa, Tuan.

Seingatku beberapa bulan yang lalu hati ini sudah bulat untuk tidak mengatakan apapun lagi di hari itu. Semua berjalan dengan baik, Semesta pun seolah menjaga hatiku. Hari itu tiba dan hatiku masih belum tergerakan. 

Ada "Aamiin" dari dimana diriku berada untuk setiap doa yang diberikan orang-orang untukmu.

Aku kira takkan ada yang berubah jika sekalipun tidak dikatakan. Mereka lebih punya tempat dikehidupanmu, bukankah begitu?

Namun ternyata Semesta coba sedang mengajariku bagaimana kebiasaan baik itu dikemudian hari bisa menjadi doa yang akan berbalik kepadaku. Mungkin apa-apa yang terjadi dalam hidupku yang penuh dengan kebahagiaan, syukur, dan kemudahan adalah semua doa yang juga Aku panjatkan untukmu.

Tak ada kata terlambat untuk sebuah doa. Bukan karena Aku yang tak ingat namun rasanya memang tak pernah semudah itu berhadapan denganmu. Selalu ada "bagaimana jika" "tapi" "takut" "mungkin" dan segala hal yang semua tentangmu memang tak pernah semudah itu.

Semoga impianmu satu persatu kelak akan terwujud. Jangan terlalu sibuk hingga kau lupa dengan kesehatanmu. Berjuang untuk sukses memang cukup sulit tapi tolong jangan pernah menyerah, dirimu tahu betul jika kau mampu dan berhak untuk itu. Tetap jadi anak laki-laki kebanggaan keluarga dan orang tuamu. Satu lagi, jangan lupa cukur kumismu ya :)

Jika suatu hari nanti Semesta turut seirama untuk akhirnya mempertemukan kita berdua. Aku tidak akan lagi mengatakan untuk kedua kalinya dihadapanmu. Namun (jika ingin) bisa kau coba untuk bertanya. Entah saat itu hatiku masih atau tidak untukmu. Satu yang pasti dirimu pernah menempati ruang paling luas yang tanpa pamrih kuberikan.

Saat rindu hanya sekedar ingin melihat wajah yang sama seperti yang kulihat saat masa putih biru itu pun rasanya tak pantas. Saat tak ada lagi yang berhak ku miliki dari semua yang ku tunggu. Setidaknya Aku tahu masih ada malam dengan bulan sebagai perhiasannya yang akan menyampaikan semua kerinduan juga keresahanku tentangmu.

Selamat ulang tahun, Tuan.
Selamat sampai di angka 23.

- Dari Aku yang masih selalu mendoakanmu dari sini.

2 comments:

  1. sweet :)))
    kok tuan umurnya masih 23 sih yaampunnnn jadi pengen tukeran umur bawaannya :V

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo mba Ninda..hihii jadi maluuu :))) Iya Tuan masih umur 23..hehehe

      Delete